Festival Bunga dan Buah Nusantara 2015

Salam digdaya bunga dan buah nusantara!

Ikrar Buah Nusantara oleh Presiden Jokowi yang Diikuti oleh 48 Bupati dari Seluruh Indonesia

Kita harus mendorong produksi, dan pada saat yang bersamaan juga harus diikuti kampanye untuk mengonsumsi buah nusantara.

Karnaval Bunga dan Buah Nusantara

Mengkampanyekan Bunga dan Buah Nusantara kepada masyarakat disertai dengan ikrar buah nusantara dengan Tagline “Buah Kita Buah Nusantara”.

Aneka Lomba Bunga dan Buah Nusantara

rangkaian FBBN 2015 yang meliputi perlombaan menggambar, fashion show, kreasi horta, fotografi, serta merangkai Bunga dan Buah Nusantara.

Panitia Festival Bunga dan Buah Nusantara 2014

Karena kesegaran tak pernah bohong !

Lomba Mewarnai Bunga dan Buah Nusantara Tingkat Anak-Anak

Menanamkan rasa cinta untuk selalu mendukung konsumsi Buah Nusantara sejak dini.

Loading...

Sunday, June 12, 2016

Pengumuman Hasil Open Recruitment#2 FBBN 2016

Terima kasih  atas partisipasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses open recruitment kepanitiaan Festival Buah dan Bunga Nusantara 2016. Berdasarkan hasil wawancara, dengan ini panitia mengumumkan nama-nama yang berkesempatan untuk bergabung bersama kami dalam kepanitiaan FBBN 2016.

Berikut ini adalah daftar nama panitia Festival Bunga dan Buah Nusantara 2016 berdasarkan Open Recruitmen 2 yang telah dilaksanakan pada tanggal 1-6 Juni 2016.


Selamat berkontribusi dalam FBBN 2016. Mari bersama-sama kita tunjukkan komitmen kita Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura IPB dalam mensukseskan Festival Bunga dan Buah Nusantara sebagai bagian dari Revolusi Oranye demi kejayaan pertanian Indonesia.

Salam Digdaya Bunga dan Buah Nusantara

Fruitpreneur Got Talent IFBBN 2016

Penelusuran Talenta Wirausaha Buah Nusantara
FGT
FRUITPRENEUR GOT TALENT
19 November 2016
“Wirausaha Inovatif Indonesia dalam Upaya Peningkatan Daya Saing Bunga dan BuahNusantara di Era Global”


ROAD TO FRUITPRENEUR GOT TALENT 2016

FGT (Fruitpreneur Got Talent) merupakan salah satu ajang penelusuran talenta wirausaha bunga dan buah nusantara, khususnya bagi wirausaha baru dan bisnis kecil dalam agribisnis dan agroindustri bunga dan buah nusantara, karena kehadiran dan keberadaan wirausaha bunga dan buah nusantara begitu essensial dalam membangun sistem industri bunga dan buah nasional yang berdaya saing. Oleh karena itu Tim Penggerak Revolusi Oranye IPB memandang perlu ajang FGT ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, minimal dua kali setahun.

Ajang ini akan melibatkan beberapa pihak terkait meliputi: Peserta FGT, Pengusaha, Pemerintah dan Akademisi. Peserta FGT akan diseleksi melalui ajang kompetisi proposal bisnis dan presentasi bisnis. Peserta FGT berasal dari pelaku startup bussines dan small bussines. Kategori startup bussines adalah pelaku usaha yang baru menjalankan bisnisnya, sedangkan small bussines adalah pelaku bisnis yang telah menjalankan bisnisnya selama lebih dari 1 tahun.

Para pengusaha yang berpengalaman dalam bisnis buah, akademisi dengan keahlian di bidang perbuahan, pemerintah pengambil kebijakan terkait,akan bekerjasama untuk menilai proposal ide bisnis dan pengembangan bisnis dan bertindak sebagai juri untuk memiih yang terbaik.

Finalis 20 Besar Fruitpreneur Got Talent 2016 (10 startup dan 10 small business) akan diundang ke Institut Pertanian Bogor untuk mempresentasikan bisnisnya, dan menampilkan karyanya pada ajang Demo Day atau Ekspo. Dari masing-masing kategori kemudian akan dipilih juara 1, 2, dan 3. Para pemenang akan diberikan penghargaan dan kesempatan memperoleh business coaching untuk mengembangkan bisnisnya.

Saturday, February 27, 2016

Pengumuman Hasil Open Recruitment FBBN 2016


Terima kasih banyak atas partisipasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses open recruitment kepanitiaan Festival Bunga dan Buah Nusantara 2016. Berdasarkan proses penilaian dan hasil wawancara, dengan ini panitia mengumumkan nama-nama yang berkesempatan untuk bergabung bersama kami dalam menyukseskan FBBN 2016.

Berikut ini adalah daftar nama panitia Festival Bunga dan Buah Nusantara 2016 berdasarkan Open Recruitmen 1 yang telah dilaksanakan pada tanggal 15-24 Februari 2016.

Panitia Festival Bunga dan Buah Nusantara 2016

Selamat berkontribusi dalam FBBN 2016. Mari bersama-sama kita tunjukkan komitmen kita Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura IPB dalam mensukseskan Festival Bunga dan Buah Nusantara sebagai bagian dari Revolusi Oranye demi kejayaan pertanian Indonesia.

Salam Digdaya Bunga dan Buah Nusantara

Monday, February 15, 2016

Open Recruitment Panitia Festival Bunga dan Buah Nusantara 2016


Festival Bunga dan Buah Nusantara kembali hadir di tahun 2016.

Persiapkan dirimu untuk bergabung bersama kami dalam menyukseskan FBBN 2016. Visi tanpa aksi adalah mimpi, begitupun aksi tanpa visi. Mari bersama-sama kita satukan VISI dan tunjukan AKSI NYATA kita dalam Revolusi Oranye sebagai Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura IPB demi perkembangan pertanian Indonesia yang lebih baik.

Pendaftaran: 15-22 Februari
Wawancara: 23-24 Februari
Pengumuman : 27 Februari

Cara Pendaftaran : 
- by link :
Atau
- mengisi form yg sediakan panitia di depan HIMAGRON
*Pilih salah satu

Deskripsi divisi kepanitiaan Fetival Bunga dan Buah Nusantara 2016 dapat dilihat disini

CP :
Umi Salamah (085781693477)
Catur Fachul Ulum (085749040583)

SALAM DIGDAYA BUNGA DAN BUAH NUSANTARA

Saturday, November 28, 2015

Jokowi Minta Semua Kabupaten Jadi Produsen Buah & Bunga Ekspor


Metrotvnews.com, Bogor: Presiden Joko Widodo menyaksikan penyampaian Ikrar Buah Nusantara yang diikuti 48 Bupati/Wakil Bupati dari seluruh Indonesia. Jokowi pun meminta semua kabupaten menjadi produsen buah dan bunga untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

"Komitmen para bupati untuk menyiapkan minimal 5-50 hektare (ha) per unit usaha di tiap kabupaten," kata Jokowi di Festival Bunga dan Buah Nusantara 2015, IPB, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/11/2015).

Jokowi juga menuntut PT Perkebunan Nusantara (PT PN) menyiapkan lahan seluas 10.000 ha untuk memproduksi buah-buahan. Hal tersebut guna meningkatkan konsumsi per kapita buah nusantara. "Dari dulu menanam karet, kopi, sawit, teh. Tidak ada PTPN yang memikirkan buah-buahan," imbuh suami Iriana ini.

Presiden bercerita saat perjalanannya ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dia sempat mengunjungi sebuah hypermarket yang memiliki 180 cabang dan tersebar di banyak negara. Di hypermarket itu, Presiden melihat buah-buahan dari Indonesia dengan kemasan baik.

"Disajikan dalam dalam tatanan dan outlet. Sungguh menaikkan citra dan buah nusantara. Hampir semua buah yang dijual disitu dari Indonesia," beber dia.

Sementara itu, supermarket di Indonesia justru dibanjiri buah-buahan impor yang berasal dari Thailand, Brasil, dan Israel. Presiden berharap, barang impor ke depannya segera diganti produk dalam negeri untuk memperbaiki neraca perdagangan.

"Saya yakin asal ada keinginan, IPB bergerak menyiapkan benih, mengawal penyuluhan dan lainnya," imbuh dia.

Menurut pria kelahiran Solo ini, Festival Bunga dan Buah Nusantara di Kota Bogor merupakan salah satu upaya dalam menggerakkan konsumsi buah dan bunga nusantara.

"Kita harus mendorong produksi, pada saat yang bersamaan kita juga harus diikuti kampanye untuk mengonsumsi buah nusantara," pungkasnya.

Sumber : ekonomi.metrotvnews.com

Presiden tugasi IPB garap potensi buah nusantara



Bogor (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo menugasi Institut Pertanian Bogor (IPB) menggarap potensi buah dan bunga Nusantara, antara lain dengan menggelar Festival Buah dan Bunga Nusantara (FBBN) dalam skala besar.


"Ini perintah kepada Menteri agar tahun depan IPB diberi tanggung jawab untuk membuat FBBN dengan skala yang sangat besar dihadirkan buyer-buyer, pembeli-pembeli internasional, sehingga mereka tahu bahwa potensi dan kekuatan buah dan bunga Nusantara ini bisa dipromosikan, dikenalkan, dan agar mereka tahu semuanya," katanya dalam acara FBBN 2015 di Kampus IPB, Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan mengerahkan semua kedutaan untuk menghadirkan pembeli-pembeli potensial yang ada di negara-negara masing-masing ke festival buah dan bunga Nusantara yang digelar IPB.

Dia juga menyambut baik Gerakan Oranye, inisiatif IPB untuk mendorong produksi, kualitas, dan kontinyuitas buah Nusantara.

"Saya senang sekali waktu ke Uni Emirat Arab ada supermarket besar yang mempunyai 180 supermarket di seluruh dunia, ada yang membisik saya bahwa buah-buah kita dijual di supermarket itu," katanya.

Ketika mampir ke pusat perbelanjaan itu Jokowi mengaku melihat hampir semua buah Indonesia dikemas dan dijual dengan harga yang sangat baik serta disajikan dalam tatanan yang menaikkan citra buah Nusantara.

"Saya ingat ada mangga dari Jawa Barat kalau tidak keliru dari Cirebon, ada nanas dari Lampung, ada juga semangka dari Sragen, pepaya Boyolali, manggis dari Jawa Barat, hampir semua buah yang dijual di situ adalah dari Indonesia," katanya.

Padahal, menurut dia, pusat-pusat perbelanjaan di Indonesia lebih banyak memajang buah-buahan impor dari Thailand, Brazil, dan Tiongkok.

"Inilah yang harus kita genjot, agar buah-buah (Nusantara) nanti bisa masuk ke pasar-pasar tidak hanya di satu hipermarket tapi semua hipermarket di semua negara. Di situlah income (pendapatan) tetap petani bisa dinaikkan," katanya.

Ia menyambut baik komitmen sejumlah kabupaten/kotamadya untuk menyiapkan 50 hektare lahan yang potensial untuk perkebunan buah di wilayah mereka masing-masing.

Menurut Presiden tidak perlu semua, 516 kabupaten/kota, di Tanah Air melakukan itu, tapi cukup fokus di tempat-tempat yang mempunyai potensi besar untuk pengembangan sentra buah.

"Fokus kontrol, cek manajemen ikuti, saya meyakini kita akan menjadi produsen buah dan bunga yang baik untuk ekspor dan kebutuhan dalam negeri denga komoditas yang baik," katanya.

Presiden menekankan pentingnya mengganti barang impor dengan produk dalam negeri untuk memperbaiki neraca perdagangan Indonesia.

"IPB bergerak entah menyiapkan benihnya, entah mengawal manajemen, penyuluhan, kabupaten juga berkomitmen sama untuk menyiapkan, Kementerian Pertanian juga menyiapkan menjadi sebuah manajemen pusat dan daerah," katanya.

"Semua bergerak, saya meyakini InsyaAllah Indonesia Incorporated, gabungan antara sisi akademis, sisi pemerintah, sisi bisnis, semua bergerak sama-sama InsyaAllah jadi. Memang perlu waktu, perlu proses, tapi Revolusi Oranye harus dimulai, sekali lagi yang tanggung IPB," katanya.

Presiden menegaskan berhasil atau tidaknya pengembangan buah dan bunga di Indonesia ada di tangan IPB.

Sumber : antaranews.com