Pengunduran FBBN 27 29 Nov 2015 photo FBBN 27-29 November 2015_zpsn80knzur.jpg

Festival Bunga dan Buah Nusantara 2015

Salam digdaya bunga dan buah nusantara!

Forum Investasi dan Bisnis Buah Nusantara Skala Usaha Kecil dan Menengah (IHIBF)

Mendiskusikan konsep “Revolusi Pengembangan Buah Nusantara Skala Usaha Kecil dan Menengah untuk Kesejahteraan Bangsa Indonesia”.

Karnaval Bunga dan Buah Nusantara

Mengkampanyekan berbagai produk Bunga dan Buah Nusantara kepada masyarakat luas disertai dengan ikrar buah nusantara dengan Tagline “Buah Kita Buah Nusantara”.

Aneka Lomba Bunga dan Buah Nusantara

Aneka lomba merupakan acara rangkaian FBBN 2015 yang meliputi perlombaan mewarnai tingkat taman kanak-kanak, menggambar tingkat sekolah dasar, fashion show, kreasi horta tingkat sekolah menengah pertama, merangkai bunga, mengukir Buah, dan fotografi Bunga dan Buah Nusantara.

Panitia Festival Bunga dan Buah Nusantara 2014

Karena kesegaran tak pernah bohong !

Lomba Mewarnai Bunga dan Buah Nusantara Tingkat Anak-Anak

Menanamkan rasa cinta untuk selalu mendukung konsumsi Buah Nusantara sejak dini.

Loading...

Saturday, November 28, 2015

Jokowi Minta Semua Kabupaten Jadi Produsen Buah & Bunga Ekspor

Metrotvnews.com, Bogor: Presiden Joko Widodo menyaksikan penyampaian Ikrar Buah Nusantara yang diikuti 48 Bupati/Wakil Bupati dari seluruh Indonesia. Jokowi pun meminta semua kabupaten menjadi produsen buah dan bunga untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

"Komitmen para bupati untuk menyiapkan minimal 5-50 hektare (ha) per unit usaha di tiap kabupaten," kata Jokowi di Festival Bunga dan Buah Nusantara 2015, IPB, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/11/2015).

Jokowi juga menuntut PT Perkebunan Nusantara (PT PN) menyiapkan lahan seluas 10.000 ha untuk memproduksi buah-buahan. Hal tersebut guna meningkatkan konsumsi per kapita buah nusantara. "Dari dulu menanam karet, kopi, sawit, teh. Tidak ada PTPN yang memikirkan buah-buahan," imbuh suami Iriana ini.

Presiden bercerita saat perjalanannya ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dia sempat mengunjungi sebuah hypermarket yang memiliki 180 cabang dan tersebar di banyak negara. Di hypermarket itu, Presiden melihat buah-buahan dari Indonesia dengan kemasan baik.

"Disajikan dalam dalam tatanan dan outlet. Sungguh menaikkan citra dan buah nusantara. Hampir semua buah yang dijual disitu dari Indonesia," beber dia.

Sementara itu, supermarket di Indonesia justru dibanjiri buah-buahan impor yang berasal dari Thailand, Brasil, dan Israel. Presiden berharap, barang impor ke depannya segera diganti produk dalam negeri untuk memperbaiki neraca perdagangan.

"Saya yakin asal ada keinginan, IPB bergerak menyiapkan benih, mengawal penyuluhan dan lainnya," imbuh dia.

Menurut pria kelahiran Solo ini, Festival Bunga dan Buah Nusantara di Kota Bogor merupakan salah satu upaya dalam menggerakkan konsumsi buah dan bunga nusantara.

"Kita harus mendorong produksi, pada saat yang bersamaan kita juga harus diikuti kampanye untuk mengonsumsi buah nusantara," pungkasnya.

Sumber : ekonomi.metrotvnews.com

Presiden tugasi IPB garap potensi buah nusantara

Bogor (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo menugasi Institut Pertanian Bogor (IPB) menggarap potensi buah dan bunga Nusantara, antara lain dengan menggelar Festival Buah dan Bunga Nusantara (FBBN) dalam skala besar.

"Ini perintah kepada Menteri agar tahun depan IPB diberi tanggung jawab untuk membuat FBBN dengan skala yang sangat besar dihadirkan buyer-buyer, pembeli-pembeli internasional, sehingga mereka tahu bahwa potensi dan kekuatan buah dan bunga Nusantara ini bisa dipromosikan, dikenalkan, dan agar mereka tahu semuanya," katanya dalam acara FBBN 2015 di Kampus IPB, Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan mengerahkan semua kedutaan untuk menghadirkan pembeli-pembeli potensial yang ada di negara-negara masing-masing ke festival buah dan bunga Nusantara yang digelar IPB.

Dia juga menyambut baik Gerakan Oranye, inisiatif IPB untuk mendorong produksi, kualitas, dan kontinyuitas buah Nusantara.

"Saya senang sekali waktu ke Uni Emirat Arab ada supermarket besar yang mempunyai 180 supermarket di seluruh dunia, ada yang membisik saya bahwa buah-buah kita dijual di supermarket itu," katanya.

Ketika mampir ke pusat perbelanjaan itu Jokowi mengaku melihat hampir semua buah Indonesia dikemas dan dijual dengan harga yang sangat baik serta disajikan dalam tatanan yang menaikkan citra buah Nusantara.

"Saya ingat ada mangga dari Jawa Barat kalau tidak keliru dari Cirebon, ada nanas dari Lampung, ada juga semangka dari Sragen, pepaya Boyolali, manggis dari Jawa Barat, hampir semua buah yang dijual di situ adalah dari Indonesia," katanya.

Padahal, menurut dia, pusat-pusat perbelanjaan di Indonesia lebih banyak memajang buah-buahan impor dari Thailand, Brazil, dan Tiongkok.

"Inilah yang harus kita genjot, agar buah-buah (Nusantara) nanti bisa masuk ke pasar-pasar tidak hanya di satu hipermarket tapi semua hipermarket di semua negara. Di situlah income (pendapatan) tetap petani bisa dinaikkan," katanya.

Ia menyambut baik komitmen sejumlah kabupaten/kotamadya untuk menyiapkan 50 hektare lahan yang potensial untuk perkebunan buah di wilayah mereka masing-masing.

Menurut Presiden tidak perlu semua, 516 kabupaten/kota, di Tanah Air melakukan itu, tapi cukup fokus di tempat-tempat yang mempunyai potensi besar untuk pengembangan sentra buah.

"Fokus kontrol, cek manajemen ikuti, saya meyakini kita akan menjadi produsen buah dan bunga yang baik untuk ekspor dan kebutuhan dalam negeri denga komoditas yang baik," katanya.

Presiden menekankan pentingnya mengganti barang impor dengan produk dalam negeri untuk memperbaiki neraca perdagangan Indonesia.

"IPB bergerak entah menyiapkan benihnya, entah mengawal manajemen, penyuluhan, kabupaten juga berkomitmen sama untuk menyiapkan, Kementerian Pertanian juga menyiapkan menjadi sebuah manajemen pusat dan daerah," katanya.

"Semua bergerak, saya meyakini InsyaAllah Indonesia Incorporated, gabungan antara sisi akademis, sisi pemerintah, sisi bisnis, semua bergerak sama-sama InsyaAllah jadi. Memang perlu waktu, perlu proses, tapi Revolusi Oranye harus dimulai, sekali lagi yang tanggung IPB," katanya.

Presiden menegaskan berhasil atau tidaknya pengembangan buah dan bunga di Indonesia ada di tangan IPB.

Sumber : antaranews.com

IPB Dapat Mandat Kelola Potensi Buah Nusantara

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Presiden Joko Widodo menugaskan Institut Pertanian Bogor untuk menggarap potensi buah dan bunga Nusantara termasuk menggelar Festival Buah dan Bunga Nusantara dalam skala yang sangat besar. "Ini perintah kepada Menteri agar tahun depan IPB diberi tanggung jawab untuk membuat FBBN dengan skala yang sangat besar dihadirkan buyer-buyer, pembeli-pembeli internasional sehingga mereka tahu bahwa potensi dan kekuatan buah dan bunga Nusantara ini bisa dipromosikan, dikenalkan, dan agar mereka tahu semuanya," kata Presiden Jokowi, dalam acara FBBN 2015 di Kampus IPB, Sabtu (28/11).

Ia berjanji akan mengerahkan semua kedutaan untuk menghadirkan pembeli-pembeli potensial yang ada di negara-negara masing-masing sedangkan IPB bertanggung jawab atas pelaksanaannya. Presiden juga menyambut baik Gerakan Oranye yang merupakan inisiatif IPB yakni sebuah gerakan untuk mendorong produksi, kualitas, dan kontinuitas buah nusangara.

"Saya senang sekali waktu ke Uni Emirat Arab ada supermarket besar yang mempunyai 180 supermarket dari seluruh dunia, ada yang membisikk saya bahwa buah-buah kita dijual di supermarket itu," katanya.

Ketika mampir ke supermarket yang dimaksud Jokowi mengaku melihat hampir semua buah Indonesi dikemas dan dijual dengan harga yang sangat baik serta disajikan dalam sebuah tatanan/outlet yang menaikkan citra dan persepsi buah Nusantara. "Saya ingat ada mangga dari Jawa Barat kalau tidak keliru dari Cirebon, ada nanas dari Lampung, ada juga semangka dari Sragen, pepaya Boyolali, manggis dari Jawa Barat, hampir semua buah yang dijual di situ adalah dari Indonesia," katanya.

Padahal menurut dia biasanya justru di supermarket di Indonesia lebih banyak dipajang buah-buahan impor dari Thailand, Brazil, dan Cina. Dia menyambut baik komitmen sejumlah kabupaten/kotamadya yang akan menyiapkan 50 ha lahan di wilayah mereka masing-masing yang potensial. Menurut Presiden tidak perlu semula 516 kabupaten/kota di Tanah Air melakukan hal itu tapi cukup fokus di tempat-tempat yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra.

"IPB bergerak entah menyiapkan benihnya, entah mengawal manajemen, penyuluhan, kabupaten juga berkomitmen sama untuk menyiapkan, Kementerian Pertanian juga menyiapkan menjadi sebuah manajemen pusat dan daerah," kata dia.

Sumber : republika.co.id

Jokowi: Jangan Kebalik Kita Makan Banyak Buah Impor


BOGOR, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyerukan agar produksi buah nasional dapat ditingkatkan mulai tahun 2016. Ia ingin ketergantungan masyarakat pada buah impor dikurangi.

Jokowi mengungkapkan keyakinannya bahwa produksi buah nasional dapat meningkat dan laku di pasar internasional.

Contoh yang ia ambil adalah saat berkunjung ke sebuah supermarket di Uni Emirat Arab, beberapa bulan lalu.

"Saya senang pas datang ke Uni Emirat Arab, di sana ada supermarket besar, saya lihat hampir semua buah yang dijual di situ dari Indonesia," kata Jokowi dalam acara pembukaan Festival Bunga dan Buah Nusantara di Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/11/2015).

Jokowi melanjutkan, buah-buah Indonesia laku di UEA karena berkualitas dan dikemas dengan baik. Adapun buah-buah tersebut adalah mangga dan manggis dari Jawa Barat, Nanas Lampung, Semangka dari Sragen, dan Pepaya dari Boyolali.

Untuk mewujudkan itu, Jokowi meminta Institut Pertanian Bogor untuk melakukan pendampingan pada daerah penghasil buah termasuk PT Perkebunan Nusantara.

Jokowi juga meminta agar Kementerian Pertanian melakukan pendampingan pada distribusi buah yang dihasilkan.

"Jangan kebalik justru kita makan banyak buah impor. Saya ulang terus supaya kita ingat, barang impor harus diganti produk dalam negeri untuk perbaiki neraca perdagangan kita. Saya yakin bisa," kata Presiden.

Jokowi Minta IPB Gelar Festival Bunga dan Buah Skala Internasional


BOGOR, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo memberi tugas tambahan untuk Institut Pertanian Bogor. Tugas tambahan itu adalah agar IPB menyelenggarakan festival bunga dan buah dalam skala besar dan pendampingan untuk daerah potensial penghasil bunga dan buah-buahan.


"Agar tahun depan IPB menggelar festival dalam skala besar, dihadiri buyers, pembeli buah internasional," kata Jokowi mengawali sambutannya dalam pembukaan Festival Bunga dan Buah Nusantara (FBBN) di IPB, Jawa Barat, Sabtu (28/11/2015).

Jokowi menyampaikan, festival dalam skala besar dimaksudkan untuk menarik perhatian sampai kalangan internasional.

Ia ingin FBBN menjadi momentum untuk mempromosikan bunga dan buah nasional kepada negara-negara lain. "Nanti akan saya kerahkan semua kedutaan untuk mengirim pembeli-pembeli besar di negaranya masing-masing," ucap Jokowi.

Menurut Jokowi, IPB juga harus meningkatkan pendampingan kepada daerah yang unggul dalam produksi buah. Ia berharap IPB fokus dalam bidang tersebut dengan harapan produksi buah nasional melonjak tajam mulai tahun 2016.

"Tanggung jawabnya IPB, jangan sampai ganti orang. Yang lain urusan lain, jadi jelas, kalau bunga dan buah ini enggak berhasil, IPB," katanya.

Festival Buah dan Bunga IPB, Jokowi: Tambah Produksi Buah Lokal

TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo ingin mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap buah-buahan impor. Ia meminta produksi buah lokal ditingkatkan. 


"Kita butuh gerakan revolusioner untuk kurangi ketergantungan Indonesia pada buah impor," ujarnya dalam pembukaan Festival Buah dan Bunga Nusantara di Institut Pertanian Bogor, Baranangsiang, Bogor, Sabtu, 28 November 2015.

Jokowi menyayangkan di pasar swalayan lebih banyak ditemui buah impor dibanding buah lokal. Padahal, kata dia, kualitas buah lokal tak kalah bagus.

Jokowi meminta subsitusi barang impor harus menjadi produksi dalam negeri untuk memperbaiki neraca perdagangan. "IPB gerak siapkan benih, kawal manajemen. Kabupaten dan bupati juga siapkan betul, Kementan juga siapkan betul, dan jadi sebuah manajemen dari pusat sampai daerah semua gerak," ujarnya.

Menurut Jokowi, permintaan buah lokal di pasar internasional cukup banyak, tapi produksi buah lokal masih kurang untuk memenuhi permintaan tersebut. "Kita harus dorong produksi dan di saat yang sama kampanye konsumsi buah Nusantara," ujarnya.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik tahun 2013, impor buah Indonesia mencapai 502,3 ribu ton dengan nilai US$ 647,3 juta untuk buah segar. Sedangkan impor buah kering 27,7 ribu ton dengan nilai US$ 46,9 juta.

IPB menggelar Festival Bunga dan Buah Nusantara di Kota Bogor. Ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan IPB dengan tujuan mendorong, memfasilitasi, dan mengkampanyekan pengembangan bunga dan buah Nusantara melalui Revolusi Oranye, yang meliputi revolusi kebijakan, infrastruktur, kepemimpinan dan pembinaan sumber daya manusia, inovasi dan teknologi, serta sistem pengusaha dan penetrasi pasar.

Berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan dalam FBBN 2015 adalah forum investasi serta bisnis buah dan bunga Nusantara skala usaha kecil dan menengah, fruitpreneur got talent, ekspo, bursa bunga dan buah, kontes bunga dan buah jeruk serta mangga, karnaval, serta ikrar bunga dan buah Nusantara yang diikuti 48 bupati.

Festival kali ini mengangkat tema "Revolusi Pengembangan Bunga dan Buah Nusantara Skala Usaha Kecil dan Menengah untuk Kesejahteraan Bangsa Indonesia".

Sumber : Nasional.tempo