Festival Bunga dan Buah Nusantara 2015

Salam digdaya bunga dan buah nusantara!

Ikrar Buah Nusantara oleh Presiden Jokowi yang Diikuti oleh 48 Bupati dari Seluruh Indonesia

Kita harus mendorong produksi, dan pada saat yang bersamaan juga harus diikuti kampanye untuk mengonsumsi buah nusantara.

Karnaval Bunga dan Buah Nusantara

Mengkampanyekan Bunga dan Buah Nusantara kepada masyarakat disertai dengan ikrar buah nusantara dengan Tagline “Buah Kita Buah Nusantara”.

Aneka Lomba Bunga dan Buah Nusantara

rangkaian FBBN 2015 yang meliputi perlombaan menggambar, fashion show, kreasi horta, fotografi, serta merangkai Bunga dan Buah Nusantara.

Panitia Festival Bunga dan Buah Nusantara 2014

Karena kesegaran tak pernah bohong !

Lomba Mewarnai Bunga dan Buah Nusantara Tingkat Anak-Anak

Menanamkan rasa cinta untuk selalu mendukung konsumsi Buah Nusantara sejak dini.

Loading...

Saturday, February 27, 2016

Pengumuman Hasil Open Recruitment FBBN 2016


Terima kasih banyak atas partisipasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses open recruitment kepanitiaan Festival Bunga dan Buah Nusantara 2016. Berdasarkan proses penilaian dan hasil wawancara, dengan ini panitia mengumumkan nama-nama yang berkesempatan untuk bergabung bersama kami dalam menyukseskan FBBN 2016.

Berikut ini adalah daftar nama panitia Festival Bunga dan Buah Nusantara 2016 berdasarkan Open Recruitmen 1 yang telah dilaksanakan pada tanggal 15-24 Februari 2016.

Panitia Festival Bunga dan Buah Nusantara 2016

Selamat berkontribusi dalam FBBN 2016. Mari bersama-sama kita tunjukkan komitmen kita Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura IPB dalam mensukseskan Festival Bunga dan Buah Nusantara sebagai bagian dari Revolusi Oranye demi kejayaan pertanian Indonesia.

Salam Digdaya Bunga dan Buah Nusantara

Monday, February 15, 2016

Open Recruitment Panitia Festival Bunga dan Buah Nusantara 2016


Festival Bunga dan Buah Nusantara kembali hadir di tahun 2016.

Persiapkan dirimu untuk bergabung bersama kami dalam menyukseskan FBBN 2016. Visi tanpa aksi adalah mimpi, begitupun aksi tanpa visi. Mari bersama-sama kita satukan VISI dan tunjukan AKSI NYATA kita dalam Revolusi Oranye sebagai Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura IPB demi perkembangan pertanian Indonesia yang lebih baik.

Pendaftaran: 15-22 Februari
Wawancara: 23-24 Februari
Pengumuman : 27 Februari

Cara Pendaftaran : 
- by link :
Atau
- mengisi form yg sediakan panitia di depan HIMAGRON
*Pilih salah satu

Deskripsi divisi kepanitiaan Fetival Bunga dan Buah Nusantara 2016 dapat dilihat disini

CP :
Umi Salamah (085781693477)
Catur Fachul Ulum (085749040583)

SALAM DIGDAYA BUNGA DAN BUAH NUSANTARA

Saturday, November 28, 2015

Jokowi Minta Semua Kabupaten Jadi Produsen Buah & Bunga Ekspor


Metrotvnews.com, Bogor: Presiden Joko Widodo menyaksikan penyampaian Ikrar Buah Nusantara yang diikuti 48 Bupati/Wakil Bupati dari seluruh Indonesia. Jokowi pun meminta semua kabupaten menjadi produsen buah dan bunga untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

"Komitmen para bupati untuk menyiapkan minimal 5-50 hektare (ha) per unit usaha di tiap kabupaten," kata Jokowi di Festival Bunga dan Buah Nusantara 2015, IPB, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/11/2015).

Jokowi juga menuntut PT Perkebunan Nusantara (PT PN) menyiapkan lahan seluas 10.000 ha untuk memproduksi buah-buahan. Hal tersebut guna meningkatkan konsumsi per kapita buah nusantara. "Dari dulu menanam karet, kopi, sawit, teh. Tidak ada PTPN yang memikirkan buah-buahan," imbuh suami Iriana ini.

Presiden bercerita saat perjalanannya ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dia sempat mengunjungi sebuah hypermarket yang memiliki 180 cabang dan tersebar di banyak negara. Di hypermarket itu, Presiden melihat buah-buahan dari Indonesia dengan kemasan baik.

"Disajikan dalam dalam tatanan dan outlet. Sungguh menaikkan citra dan buah nusantara. Hampir semua buah yang dijual disitu dari Indonesia," beber dia.

Sementara itu, supermarket di Indonesia justru dibanjiri buah-buahan impor yang berasal dari Thailand, Brasil, dan Israel. Presiden berharap, barang impor ke depannya segera diganti produk dalam negeri untuk memperbaiki neraca perdagangan.

"Saya yakin asal ada keinginan, IPB bergerak menyiapkan benih, mengawal penyuluhan dan lainnya," imbuh dia.

Menurut pria kelahiran Solo ini, Festival Bunga dan Buah Nusantara di Kota Bogor merupakan salah satu upaya dalam menggerakkan konsumsi buah dan bunga nusantara.

"Kita harus mendorong produksi, pada saat yang bersamaan kita juga harus diikuti kampanye untuk mengonsumsi buah nusantara," pungkasnya.

Sumber : ekonomi.metrotvnews.com

Presiden tugasi IPB garap potensi buah nusantara



Bogor (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo menugasi Institut Pertanian Bogor (IPB) menggarap potensi buah dan bunga Nusantara, antara lain dengan menggelar Festival Buah dan Bunga Nusantara (FBBN) dalam skala besar.


"Ini perintah kepada Menteri agar tahun depan IPB diberi tanggung jawab untuk membuat FBBN dengan skala yang sangat besar dihadirkan buyer-buyer, pembeli-pembeli internasional, sehingga mereka tahu bahwa potensi dan kekuatan buah dan bunga Nusantara ini bisa dipromosikan, dikenalkan, dan agar mereka tahu semuanya," katanya dalam acara FBBN 2015 di Kampus IPB, Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan mengerahkan semua kedutaan untuk menghadirkan pembeli-pembeli potensial yang ada di negara-negara masing-masing ke festival buah dan bunga Nusantara yang digelar IPB.

Dia juga menyambut baik Gerakan Oranye, inisiatif IPB untuk mendorong produksi, kualitas, dan kontinyuitas buah Nusantara.

"Saya senang sekali waktu ke Uni Emirat Arab ada supermarket besar yang mempunyai 180 supermarket di seluruh dunia, ada yang membisik saya bahwa buah-buah kita dijual di supermarket itu," katanya.

Ketika mampir ke pusat perbelanjaan itu Jokowi mengaku melihat hampir semua buah Indonesia dikemas dan dijual dengan harga yang sangat baik serta disajikan dalam tatanan yang menaikkan citra buah Nusantara.

"Saya ingat ada mangga dari Jawa Barat kalau tidak keliru dari Cirebon, ada nanas dari Lampung, ada juga semangka dari Sragen, pepaya Boyolali, manggis dari Jawa Barat, hampir semua buah yang dijual di situ adalah dari Indonesia," katanya.

Padahal, menurut dia, pusat-pusat perbelanjaan di Indonesia lebih banyak memajang buah-buahan impor dari Thailand, Brazil, dan Tiongkok.

"Inilah yang harus kita genjot, agar buah-buah (Nusantara) nanti bisa masuk ke pasar-pasar tidak hanya di satu hipermarket tapi semua hipermarket di semua negara. Di situlah income (pendapatan) tetap petani bisa dinaikkan," katanya.

Ia menyambut baik komitmen sejumlah kabupaten/kotamadya untuk menyiapkan 50 hektare lahan yang potensial untuk perkebunan buah di wilayah mereka masing-masing.

Menurut Presiden tidak perlu semua, 516 kabupaten/kota, di Tanah Air melakukan itu, tapi cukup fokus di tempat-tempat yang mempunyai potensi besar untuk pengembangan sentra buah.

"Fokus kontrol, cek manajemen ikuti, saya meyakini kita akan menjadi produsen buah dan bunga yang baik untuk ekspor dan kebutuhan dalam negeri denga komoditas yang baik," katanya.

Presiden menekankan pentingnya mengganti barang impor dengan produk dalam negeri untuk memperbaiki neraca perdagangan Indonesia.

"IPB bergerak entah menyiapkan benihnya, entah mengawal manajemen, penyuluhan, kabupaten juga berkomitmen sama untuk menyiapkan, Kementerian Pertanian juga menyiapkan menjadi sebuah manajemen pusat dan daerah," katanya.

"Semua bergerak, saya meyakini InsyaAllah Indonesia Incorporated, gabungan antara sisi akademis, sisi pemerintah, sisi bisnis, semua bergerak sama-sama InsyaAllah jadi. Memang perlu waktu, perlu proses, tapi Revolusi Oranye harus dimulai, sekali lagi yang tanggung IPB," katanya.

Presiden menegaskan berhasil atau tidaknya pengembangan buah dan bunga di Indonesia ada di tangan IPB.

Sumber : antaranews.com

IPB Dapat Mandat Kelola Potensi Buah Nusantara


REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Presiden Joko Widodo menugaskan Institut Pertanian Bogor untuk menggarap potensi buah dan bunga Nusantara termasuk menggelar Festival Buah dan Bunga Nusantara dalam skala yang sangat besar. "Ini perintah kepada Menteri agar tahun depan IPB diberi tanggung jawab untuk membuat FBBN dengan skala yang sangat besar dihadirkan buyer-buyer, pembeli-pembeli internasional sehingga mereka tahu bahwa potensi dan kekuatan buah dan bunga Nusantara ini bisa dipromosikan, dikenalkan, dan agar mereka tahu semuanya," kata Presiden Jokowi, dalam acara FBBN 2015 di Kampus IPB, Sabtu (28/11).


Ia berjanji akan mengerahkan semua kedutaan untuk menghadirkan pembeli-pembeli potensial yang ada di negara-negara masing-masing sedangkan IPB bertanggung jawab atas pelaksanaannya. Presiden juga menyambut baik Gerakan Oranye yang merupakan inisiatif IPB yakni sebuah gerakan untuk mendorong produksi, kualitas, dan kontinuitas buah nusangara.

"Saya senang sekali waktu ke Uni Emirat Arab ada supermarket besar yang mempunyai 180 supermarket dari seluruh dunia, ada yang membisikk saya bahwa buah-buah kita dijual di supermarket itu," katanya.

Ketika mampir ke supermarket yang dimaksud Jokowi mengaku melihat hampir semua buah Indonesi dikemas dan dijual dengan harga yang sangat baik serta disajikan dalam sebuah tatanan/outlet yang menaikkan citra dan persepsi buah Nusantara. "Saya ingat ada mangga dari Jawa Barat kalau tidak keliru dari Cirebon, ada nanas dari Lampung, ada juga semangka dari Sragen, pepaya Boyolali, manggis dari Jawa Barat, hampir semua buah yang dijual di situ adalah dari Indonesia," katanya.

Padahal menurut dia biasanya justru di supermarket di Indonesia lebih banyak dipajang buah-buahan impor dari Thailand, Brazil, dan Cina. Dia menyambut baik komitmen sejumlah kabupaten/kotamadya yang akan menyiapkan 50 ha lahan di wilayah mereka masing-masing yang potensial. Menurut Presiden tidak perlu semula 516 kabupaten/kota di Tanah Air melakukan hal itu tapi cukup fokus di tempat-tempat yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra.

"IPB bergerak entah menyiapkan benihnya, entah mengawal manajemen, penyuluhan, kabupaten juga berkomitmen sama untuk menyiapkan, Kementerian Pertanian juga menyiapkan menjadi sebuah manajemen pusat dan daerah," kata dia.

Sumber : republika.co.id

Jokowi: Jangan Kebalik Kita Makan Banyak Buah Impor


BOGOR, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyerukan agar produksi buah nasional dapat ditingkatkan mulai tahun 2016. Ia ingin ketergantungan masyarakat pada buah impor dikurangi.

Jokowi mengungkapkan keyakinannya bahwa produksi buah nasional dapat meningkat dan laku di pasar internasional.

Contoh yang ia ambil adalah saat berkunjung ke sebuah supermarket di Uni Emirat Arab, beberapa bulan lalu.

"Saya senang pas datang ke Uni Emirat Arab, di sana ada supermarket besar, saya lihat hampir semua buah yang dijual di situ dari Indonesia," kata Jokowi dalam acara pembukaan Festival Bunga dan Buah Nusantara di Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/11/2015).

Jokowi melanjutkan, buah-buah Indonesia laku di UEA karena berkualitas dan dikemas dengan baik. Adapun buah-buah tersebut adalah mangga dan manggis dari Jawa Barat, Nanas Lampung, Semangka dari Sragen, dan Pepaya dari Boyolali.

Untuk mewujudkan itu, Jokowi meminta Institut Pertanian Bogor untuk melakukan pendampingan pada daerah penghasil buah termasuk PT Perkebunan Nusantara.

Jokowi juga meminta agar Kementerian Pertanian melakukan pendampingan pada distribusi buah yang dihasilkan.

"Jangan kebalik justru kita makan banyak buah impor. Saya ulang terus supaya kita ingat, barang impor harus diganti produk dalam negeri untuk perbaiki neraca perdagangan kita. Saya yakin bisa," kata Presiden.