Festival Bunga dan Buah Nusantara 2015

Salam digdaya bunga dan buah nusantara!

Forum Investasi dan Bisnis Buah Nusantara Skala Usaha Kecil dan Menengah (IHIBF)

Mendiskusikan konsep “Revolusi Pengembangan Buah Nusantara Skala Usaha Kecil dan Menengah untuk Kesejahteraan Bangsa Indonesia”.

Karnaval Bunga dan Buah Nusantara

Mengkampanyekan berbagai produk Bunga dan Buah Nusantara kepada masyarakat luas disertai dengan ikrar buah nusantara dengan Tagline “Buah Kita Buah Nusantara”.

Aneka Lomba Bunga dan Buah Nusantara

Aneka lomba merupakan acara rangkaian FBBN 2015 yang meliputi perlombaan mewarnai tingkat taman kanak-kanak, menggambar tingkat sekolah dasar, fashion show, kreasi horta tingkat sekolah menengah pertama, merangkai bunga, mengukir Buah, dan fotografi Bunga dan Buah Nusantara.

Panitia Festival Bunga dan Buah Nusantara 2014

Karena kesegaran tak pernah bohong !

Lomba Mewarnai Bunga dan Buah Nusantara Tingkat Anak-Anak

Menanamkan rasa cinta untuk selalu mendukung konsumsi Buah Nusantara sejak dini.

Loading...

Wednesday, July 15, 2015

Rektor IPB Datangi Jokowi Tawarkan Solusi Banjir Impor Buah



JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja menerima Pimpinan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kompleks Istana Kepresidenan. Pertemuan tersebut membahas tentang maraknya keberadaan buah-buah impor di Indonesia.
Rektor IPB Herry Suhardiyanto mengatakan, untuk menekan banjirnya buah impor masuk ke Indonesia maka akan dibuat budidaya petani.

"Karena itu lah kita garap betul pola budidaya yang menengah dan besar. Kecil-kecil memang bagus, tetapi maksud saya untuk petani ya, tetapi perlu dikonsolidasi agar mudah membinanya," kata Herry di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/6/2015). 

Menurut Herry, Presiden Jokowi pun sudah memberikan arahan agar dipilih sepuluh kabupaten yang paling potensial memiliki buah yang dapat bersaing dengan buah impor. Nantinya, arahan tersebut akan disampaikan oleh IPB.

"IPB diminta sampaikan usulan untuk sepuluh kabupaten yang mana saja, buahnya mana saja yang tepat dan siapkan bibitnya untuk kita garap sama-sama," kata Herry.

Herry menambahkan, di Indonesia sendiri memiliki buah-buahan yang sangat potensial yang dapat bersaing dengan keberadaan buah-buahan impor.

"Buahnya yang potensial ada 12. Jeruk, durian, pepaya, pisang, melon, semangka, manggis, nanas, alpukat, rambutan, salak. Kita sudah mulai manggis, durian, pepaya dan pisang," sebutnya.

Menurut Herry, nantinya pengembangan kabupaten yang memiliki buah potensial ini akan berkerja sama dengan petani lokal.

"Petani akan terlibat dalam budidaya ini dalam bentuk konsolidasi, kalau kecil-kecil kan kasihan. Seperti melalui kelompok tani buah. Jadi konsolidasi usaha budidaya buah," tukasnya. 

Rektor IPB Mengadu Banyak Buah Impor, Ini Tanggapan Jokowi



Jakarta -Akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), buah impor semakin marak masuk ke Indonesia. Sehingga menyebabkan buah lokal tidak cukup mampu bersaing.

Informasi ini langsung ditanggapi serius oleh Jokowi, dengan meminta IPB menyiapkan 10 kawasan percontohan yang paling potensial untuk mendorong produksi buah lokal berkualitas dan bersaing dengan impor.

"Beliau berikan arahan, agar dipilih 10 kabupaten, yang paling potensial. IPB diminta sampaikan usulan untuk 10 kabupaten yang mana saja dan buahnya mana saja yang tepat, dan siapkan bibitnya untuk kita garap sama-sama," ungkap Rektor IPB Herry Suhardiyanto, saat meninggalkan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/6/2015)

Beberapa buah yang akan dikembangkan, kata Herry, adalah Jeruk, durian, pepaya, pisang, melon, manggis, nanas, alpukat, rambutanm dan salak. Ini dinilai sebagai buah yang potensial untuk dikembangkan.

"Sekarang kita sudah mulai untuk manggis, durian, pepaya, pisang," sebutnya.

Pengembangan tersebut diawali dengan konsolidasi antara para petani kecil. Sehingga bisa membentuk kelompok yang cukup besar untuk melakukan budi daya. Tujuannya adalah mempermudah pembinaan.

Selanjutnya adalah dengan mempersiapkan bibit unggul. Tentunya dilengkapi dengan teknologi canggih. ‎"Teknologi ini dipergunakan dengan benar. Kita siapkan pasca panen dengan baik sampai kepada pengelolaan kematangan buah. Ini juga bisa diatur melalui teknologinya," terang Herry.

Persoalan lainnya yang lebih penting adalah, dengan menarik investor untuk terlibat dalam tanam buah.‎ Pasar Indonesia cukup besar, sehingga menurutnya mampu untuk mendatangkan investor.

"Pasar domestik kita juga kan besar, karena sudah mulai bergeser masyarakat kita ini kan semula didominasi sangat besar oleh karbohidrat, kita mulai bergeser ke buah, sayur, daging, susu, ikan. Kalau nggak kita siapkan secara besar-besaran dan sungguh-sungguh, kemampuan produksi buah, nanti kita impor lebih banyak lagi," paparnya.
(mkl/dnl) 

Sumber: http://finance.detik.com/

IPB Undang Jokowi Buka Festival Bunga dan Buah Nusantara 2015


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- REKTOR Institut pertanian Bogor, Herry Suhardiyanto mengundang Presiden Joko Widodo(Jokowi) menghadiri acara Festival Bunga dan Buah Nusantara 2015 pada tanggal 16-18 Oktober mendatang.
"Kami mengundang beliau untuk hadir dalam pembukaan festival bunga dan buah nusantara 2015. Ini dalam rangka untuk menggelorakan semangat cinta dan konsumsi buah lokal. Seperti diketahui kita masih impor buah untuk saya kira paling besar, jeruk, durian, pisang pun masih impor," ungkap REKTOR IPB usai bertemu Presiden, Di kompleks Istana Negara jakarta, Rabu (24/6/2015).
Dia Jelaskan, Festival bunga dan buah nusantara ini terdiri dari beberapa kegiatan. "Ada exponya, investment and business forum, karnaval yang diikuti 10 ribu peserta dan 25-an mobil hias keliling Bogor untuk menggelorakan semangat cinta buah lokal," tuturnya.
Dalam pertemuan itu pula, Presiden Jokowi mendukung gagasan untuk mengembangkan buah lokal dan mengurangi buah impor. Untuk itu, Presiden mendorong Institut Pertanian Bogor (IPB)membuat proyek percontohan pembudidayaan dan pengembangan buah lokal Nusantara.
“Dalam penelitian IPB, setidaknya ada 12 jenis buah lokal yang bisa menggantikan dominasi buah impor. Tanaman buah lokal ini bisa dikembangkan di berbagai daerah, yang masing-masing bisa berbeda satu sama lain,” kata Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, menyampaikan hasil pertemuan antara Rektor IPB Herry Suhardiyanto dengan Presiden Jokowi, di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (24/6/2015).
Adapun buah-buah yang nantinya akan dibudidaya adalah jeruk, durian, pepaya, pisang, melon, semangka, manggis, nanas, alpukat, rambutan, dan salak. “Tanaman buah lokal ini bisa dikembangkan di berbagai daerah, yang masing-masing bisa berbeda satu sama lain,” kata Teten dalam siaran persnya Rabu (24/6) malam.
Teten menyebutkan, pengembangan buah lokal itu harus dilakukan dalam skala kebun, bukan skala rumah tangga. “Setiap kebun buah membutuhkan lahan antara 30 hingga 50 hektar,” terang Teten mengutip pertemuan Presiden Jokowi dengan Rektor IPB itu.
Kalau program ini dilaksanakan secara masif, Rektor IPB meyakini pada tahun 2025 Indonesia bisa menjadi produsen buah tropika terbesar di Asia.
Untuk itu, Presiden menyanggupi untuk mendorong setiap pemerintah daerah berlomba mengembangkan buah lokal ini. Sementara Rektor IPB menyatakan siap untuk menyediakan bibit dan teknologinya.

Friday, June 26, 2015

Lomba Processing Buah FBBN 2015

LOMBA PROCESSING BUAH

Festival Bunga dan Buah Nusantara 2015

“Fruit Dessert”

Punya resep menarik membuat dessert atau produk yang kira-kira bisa menjadi peluang bisnis unik dan menarik untuk keluarga dari buah-buahan nusantara? Gak asyik kalau resepnya Cuma dicicipin sendiri. Mari berkontibusi menusantarakan buah-buahan lokal melalui National fruit Processing Competition yang super yummy.



Pendaftaran 1 September – 30 September 2015 (online/offline)

FORM PENDAFTARAN ONLINE dan leaflet dapat diunduh di laman DOWNLOAD, dan dapat dikumpulkan ke email lomba.fbbn2015@gmail.com dengan subjek: pendaftaran_processing_nama peserta, serta menyertakan bukti biaya pendaftaran dalam email tersebut. Form pendaftaran offline dapat diambil di sekretariat FBBN IPB GLOBAL PARK (Kampus IPB Baranangsiang Lt.2), BLST atau secretariat Himpunan Mahasiswa Agronomi IPB “HIMAGRON” (Kampus IPB Dramaga) dan dapat dikumpulkan dengan membawa bukti biaya pendaftaran via transfer maupun cash.

Pengembalian form pendaftaran offline/online paling lambat 30 September 2015.


Contact Person: 085711576785 (Tabitha)

Lomba Merangkai Bunga FBBN 2015

LOMBA MERANGKAI BUNGA

Festival Bunga dan Buah Nusantara 2015

 “Krisan Bunga Nusantara”

Bosen lihat bunga krisan nganggur di pot? Jangan dsampai kelewatan, FBBN 2015 siap memfasilitasi untuk terus berkreasi melalui krisan bunga nusantara. Terus berkreasi dan dapatkan hadiah jutaan rupiah.



Pendaftaran 1 September – 30 September 2015 (online/offline)

FORM PENDAFTARAN ONLINE dan leaflet dapat diunduh di laman DOWNLOAD, dan dapat dikumpulkan ke email lomba.fbbn2015@gmail.com dengan subjek: pendaftaran_merangkai bunga_nama peserta, serta menyertakan bukti biaya pendaftaran dalam email tersebut. Form pendaftaran offline dapat diambil di sekretariat FBBN IPB GLOBAL PARK (Kampus IPB Baranangsiang Lt.2), BLST atau secretariat Himpunan Mahasiswa Agronomi IPB “HIMAGRON” (Kampus IPB Dramaga) dan dapat dikumpulkan dengan membawa bukti biaya pendaftaran via transfer maupun cash.

Pengembalian form pendaftaran offline/online paling lambat 30 September 2015.


Contact Person: 085692882069 (Novi)

Lomba Menghias Horta FBBN 2015

LOMBA MENGHIAS HORTA

Festival Bunga dan Buah Nusantara 2015

“Buah Nusantara”



Pendaftaran 15 Agustus – 5 Oktober 2015 (online/offline)

FORM PENDAFTARAN ONLINE dan leaflet dapat diunduh di laman DOWNLOAD, dan dapat dikumpulkan ke email lomba.fbbn2015@gmail.com dengan subjek: pendaftaran_horta_nama peserta, serta menyertakan bukti biaya pendaftaran dalam email tersebut. Form pendaftaran offline dapat diambil di sekretariat FBBN IPB GLOBAL PARK (Kampus IPB Baranangsiang Lt.2), BLST atau sekretariat Himpunan Mahasiswa Agronomi IPB “HIMAGRON” (Kampus IPB Dramaga) dan dapat dikumpulkan kembali ke salah satu secret tersebut dengan membawa bukti biaya pendaftaran via transfer maupun cash.

Pengembalian form pendaftaran offline/online paling lambat 5 Oktober 2015.


Contact Person: 085891328929 (Erwin)